Saham Nikel dari Hulu ke Hilir
Request salah satu user Stockbit bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Saham Nikel di IHSG ada yang main dari hulu sampai hilir, ada juga yang main cuma di hulu. Bedanya bukan cuma soal punya smelter atau tidak, tapi soal siapa yang menangkap value added, siapa yang cuma jadi pemasok ore, dan seberapa cepat laba ikut berubah saat harga nikel dunia bergeser. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
NCKL dan $MBMA itu contoh rantai panjang, tambang plus pengolahan, NCKL kuat di Pulau Obi dengan kombinasi RKEF dan HPAL, MBMA basisnya Konawe dengan banyak entitas RKEF plus HPAL, produknya sudah naik kelas ke NPI dan nickel matte selain limonite. INCO juga rantai panjang, operasi matang di Sorowako dengan nickel matte dan proyek Bahodopi serta Pomalaa yang membuat profil biaya dan belanja modalnya beda dibanding ore only. Di sisi lain, NICL, NICE, dan DKFT lebih dekat ke hulu, ore oriented, jadi napasnya lebih tergantung serapan smelter domestik, sementara DKFT punya cerita tambahan karena smelter FeNi-nya sempat berhenti dan bisnisnya juga bersinggungan dengan batu-kapur.
Kalau lihat skala 9M 2025, panggung pendapatan segmen nikel itu jelas dikuasai pemain besar dan yang terintegrasi. NCKL sekitar Rp22,40 T, HRUM sekitar Rp16,94 T, MBMA sekitar Rp15,60 T, INCO sekitar Rp11,77 T, ANTM sekitar Rp11,15 T, lalu baru turun jauh ke NICL Rp1,35 T, DKFT Rp1,20 T, NICE Rp0,82 T, IFSH Rp0,49 T. Ini pola yang konsisten, begitu ada produk intermediate seperti FeNi, NPI, atau matte, angka revenue per ton bisa beda level dibanding ore mentah. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Tapi investor tidak boleh berhenti di revenue, karena pemain multisegmen bisa membuat cerita grup terlihat melawan arah segmen nikel, contohnya ANTM yang punya pendapatan non-nikel sekitar Rp60,87 T dan laba non-nikel sekitar Rp1,73 T, serta HRUM yang non-nikelnya masih sekitar Rp5,86 T dengan laba sekitar Rp1,44 T. Jadi ketika nikel melemah, bantalan emas atau batubara bisa menahan headline laba grup, walau segmen nikel sendiri sebenarnya sedang menurun.
Bagian yang paling membuka karakter adalah rasio dan mismatch antar level laba. MBMA terlihat seperti mesin volume besar dengan spread tipis, gross margin segmen nikel sekitar 9,87% dan operating margin sekitar 7,32%, ini tipikal bisnis hilirisasi yang sensitif ke biaya energi, bahan baku, dan efisiensi pabrik. INCO juga menunjukkan spread yang relatif tipis, gross margin sekitar 10,42% dan operating margin sekitar 6,22%, masuk akal untuk operasi matang yang tetap dekat siklus harga dunia dan sedang membawa beban proyek. Sebaliknya, ore oriented seperti NICL dan DKFT bisa menunjukkan margin segmen tinggi, NICL gross margin sekitar 44,39% dan DKFT sekitar 51,45%, tapi investor harus ingat skala mereka kecil dan volatilitas bisa datang dari kualitas ore, term kontrak, dan dinamika serapan smelter. Ada juga kasus yang terlihat janggal dari sisi bawah garis laba, misalnya IFSH operating margin sekitar 43,85% tetapi net segmen sekitar 5,71%, ini sinyal bahwa beban di bawah laba usaha atau faktor non-operasional menggerus hasil akhir, jadi investor perlu teliti di level rekonsiliasi laba segmen ke laba grup. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📌 Rantai nilai dari hulu sampai hilir
🏭 Terintegrasi tambang plus pengolahan
✅ NCKL Pulau Obi, RKEF plus HPAL, produk bijih nikel, MHP, feronikel
✅ MBMA Konawe, RKEF plus HPAL, produk NPI, nickel matte, limonite
✅ INCO Sorowako, proyek Bahodopi dan Pomalaa, fokus nickel matte
✅ ANTM Pomalaa FeNi dan Haltim konstruksi, tapi multisegmen emas dan bauksit
✅ HRUM RKEF dan HPAL, tapi multisegmen batubara
✅ IFSH terkait fasilitas pengolahan, skala segmen nikel kecil tapi struktur laba butuh dicermati
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
⛏️ Hulu dominan ore oriented
⚡ NICL ore, napas ikut serapan smelter domestik
🎯 NICE ore, pola captive buyer kuat lewat ekosistem pihak berelasi
🧯 DKFT ore plus batu-kapur, smelter FeNi pernah tidak aktif, profil risiko operasional beda
🔩 NPI dominan MBMA
🧲 Feronikel dominan NCKL, ANTM, HRUM
🧪 Nickel matte dominan INCO, HRUM, MBMA
🪨 Ore only dominan NICL, NICE, DKFT
📌 Revenue segmen nikel 9M 2025
🏟️ Skala besar di atas Rp10 T NCKL, HRUM, MBMA, INCO, ANTM
🧫 Skala kecil di bawah Rp2 T NICL, DKFT, NICE, IFSH
📌 Bantalan laba grup
🧩 Multisegmen, headline laba bisa ditolong segmen lain ANTM, HRUM, sebagian DKFT
🧲 Pure nikel, headline laba lebih cepat ikut siklus nikel NCKL, MBMA, INCO, NICL, NICE, IFSH
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📌 Risiko tersembunyi yang paling sering bikin investor salah baca
🎯 Konsentrasi pelanggan tinggi, volume stabil tapi risiko renegosiasi dan ketergantungan besar
🧱 Smelter status dan fase proyek, khususnya yang sedang ekspansi HPAL
🗺️ Konsentrasi lokasi operasi Sulawesi, Maluku Utara, dan proyek baru, faktor logistik dan energi bisa jadi pembeda margin
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
Komentar
Posting Komentar