Leluhur mengajarkan tentang sesaji bukan untuk menyembah pohon melainkan memuat ajaran dengan pesan untuk memelihara alam karena sesungguhnya alam adalah Tangan Tuhan yang menyediakan segala kebutuhan.
Ketika orang lupa akan ajaran leluhur, mereka kebingungan dengan harga pupuk industri yang langka, mahal yang harus dibeli. Pestisida beracun yang mereka gunakan membunuh mikroorganisme agen pengurai sehingga lahan pertanian mereka rusak dan hama merajalela.
Padahal sampah dapur dan sisa tanaman adalah bahan pupuk organik yang mudah terurai oleh mikroorganisme agen pengurai. Hama juga tidak akan liar tak terkendali jika keseimbangan keanekaragaman hayati terpelihara.
Rantai makanan dalam keanekaragaman hayati ekosistem yang terpelihara keseimbangannya menyediakan kesejahteraan bagi setiap jenis makhluk dan bentuk kehidupan.
Bakteri adalah agen pengurai dan bukan penyebab penyakit. Pestisida beracun yang terakumulasi dalam tubuh itulah sebenarnya penyebab berbagai penyakit dan penuaan karena membasmi berbagai koloni agen pengurai yang juga menyediakan nutrisi siap saji bagi organ tubuh manusia.
Tomat di sistem aquaponik organik tetes ini hanya sekedar contoh tetap cukup subur dan banyak buahnya dengan pupuk dari sampah dan sama sekali tanpa aplikasi pestisida. Semut dan kutu putih tetap ada tetapi tidak merusak tanaman dan hasil panen.
Panen yang benar-benar menyehatkan karena bebas dari bahan beracun. Tomat organik juga lebih awet disimpan tanpa bahan pengawet.
Kreatif Mandiri Merdeka Berdaulat 💪
#AquaponikOrganik
#AquaponikTetes
#IntegratedFarming
#JagaAlamMakaAlamJagaKita

Komentar
Posting Komentar