Brooklyn Beckham versus emak

 YUK NGERUMPI…! HAHAHA…


Supaya dikira intelek, ngerumpinya musti pakai analisis ‘ngilmiah’ ya… hahaha… 



Jani begidi… 


Ribut-ribut (perang narasi) antara Mas Brooklyn Beckham versus emak babenya (yaitu Om David Beckham dan Tante Victoria Posh ‘Spice’) sudah bikin aku jadi gatel-gatel pingin cari tahu… Soalnya kok agak-agak gak masuk akal, bagiku….


Setelah boca-baca berita, akhirnya aku mulai paham.

Dan dengan semangat sok tahu yang cukup tinggi, aku bikin kesimpulan sendiri. (Tentu saja nggak ilmiah ya. Kalau ngawur ya harap maklum… namanya juga lagi nge-gosip… hehehe)


Menurutku, Mas Brooklyn ini bisa bertindak se-absurd itu, sampai nekat menyebar kebohongan yang sangat gampang ditangkis oleh data dan saksi, karena dia mengalami:


#PERTAMA:

Hilangnya Identitas Diri:

Dia tumbuh sebagai anak sulung dari pasangan paling cetar membahana sedunia. Seumur hidupnya, dia tidak punya identitas selain ‘anaknya David Beckham’.


Dia pernah mencoba: 

(1) jadi pemain bola (tapi gagal), 

(2) jadi fotografer (juga gagal), 

(3) sampai jadi koki (dan malah diketawain).


Ini detail beritanya:


#SATU

Sepak Bola: 

Brooklyn sempat masuk akademi Arsenal, tapi dianggap nggak berbakat untuk lanjut ke jenjang profesional.


Intinya: Pelatih Arsenal menilai kemampuan Brooklyn sangat jauh ketinggalan, dibandingin rekan seumurnya. Dia ‘dilepas’ dari akademi Arsenal di umur 15 tahun.

Sumber:

https://www.madeformums.com/news/brooklyn-beckham-fails-to-win-arsenal-scholarship/


#DUA:

Jadi fotografer: 

Brooklyn pernah menerbitkan buku foto berjudul ‘What I See’. Sayangnya, malah jadi bahan ketawaan karena kualitas fotonya yang dianggap sangat amatir.

Sumber:

https://www.theguardian.com/lifeandstyle/lostinshowbiz/2017/jun/29/not-brooklyns-finest-whos-to-blame-for-beckham-jrs-photo-debacle


Intinya: Kritikus menilai fotonya ‘kabur’ (kata ahli: pencahayaannya sangat buruk) dan narasinya ‘dangkal’. 


Salah satu foto yang paling dihujat adalah foto gajah yang cuma keliatan bayangannya, dan dikasih caption: ‘Sulit Memotret Gajah, Tapi Luar Biasa Kalau Dilihat Langsung’.


#TIGA 

Jadi koki:

Antara tahun 2021-2022, Brooklyn pernah masuk di acara TV kondang, nggak nanggung!!! The Today Show (NBC)!


Kejadiannya, Brooklyn diundang sebagai ‘tamu ahli’ untuk memasak sesuatu yang spesial. 


Ternyata, dia cuma numpuk bacon, sosis, dan telur goreng di atas roti putih tawar, lalu menyiramnya dengan saus tomat.


Netizen langsung nyinyirin dia habis-habisan, karena banyak koki berbakat yang ngantre bertahun-tahun untuk bisa tampil di acara itu. Sementara Brooklyn tiba-tiba mencungul di layar TV cuma modal nama besar babenye… Terus, masakan yang dia bikin, juga cuma sandwich…! 

Sumber:

https://www.standard.co.uk/news/world/brooklyn-beckham-fry-up-us-tv-internet-reaction-tweets-b959273.html


Kalau Bunda Corla nonton, pasti udah dikomentari: “Yaolo yaolo yaolooo… kau belajar masak dulu sama mamak kau, sana!”


Setelah muncul di TV NBC itu, dia bikin seri masak sendiri yang judulnya ‘Cookin' With Brooklyn’. Seri ini tayang di Facebook Messenger dan Instagram.

Sumber:

https://www.independent.co.uk/life-style/food-and-drink/brooklyn-beckham-cooking-show-facebook-b2012019.html


Dari sumber itu, informasinya begini:

• Durasi 1 episode cuma 8 menit, tapi biayanya mencapai $100.000 (sekitar Rp1,5 Miliar).

• Brooklyn dibantu oleh 62 tenaga profesional, termasuk ‘produser kuliner’ yang bertugas memastikan resepnya tepat dan pas.

• Tapi lelaki umur 23 tahun ini (pada waktu itu, ya) kayaknya memang males belajar. 


Dalam salah satu episode, dia keliatan bingung lalu nanya ke koki pendampingnya: "Gimana caranya kita tahu kalau hash brown (kentang serut yang digoreng) sudah matang?". 

Sumber: 

https://nypost.com/2022/02/08/brooklyn-beckhams-cooking-show-costs-100k-per-episodebrooklyn-beckhams-cooking-show-has-a-problem-he-doesnt-know-how/


Brooklyn bahkan disediain contekan berupa gambar untuk istilah-istilah masak yang basic, kayak ‘whisk’ (mengocok) dan parboil (merebus sebentar).


*********


Nah, berbekal latar belakang itu… yuk kita terusin ‘menganalisis’ Mas Brooklyn ini. 


#KEDUA:

Kelihatan sekali, dia mengalami Crisis of Competence.


Secara Psikologis, orang yang nggak punya achievement pribadi yang solid, cenderung (aku bilang ‘cenderung’ ya. Bukan ‘pasti’ atau ‘selalu’) mencari sumber harga diri dari orang terdekatnya. 


Aku nggak heran, begitu dia menikah dengan Nicola (anak miliarder bernama Nelson Peltz yang secara finansial 3 kali lebih tajir dibandingkan keluarga Beckham), maka Nicola menjadi ‘poros’ barunya Brooklyn. Sumber kebanggaan dan ‘jati dirinya’.


Karena Brooklyn nggak punya internalized authority, dia cenderung menyandarkan dirinya pada orang lain sebagai otoritasnya. Sekarang, otoritas itu adalah istrinya. 


Kuduga, demi menyenangkan ‘poros’ baru ini, dia melakukan rasionalisasi atas semua narasi istrinya, meskipun narasi itu jelas-jelas bohong (minimal, bisa dipatahkan oleh saksi dan catatan media).


*****


#KETIGA: 

Insecurity.

Kuduga, Brooklyn membuat kebohongan terkait gaun pengantin, untuk menutupi rasa insecure-nya itu.


Awalnya, ramai kabar memberitakan bahwa Victoria Beckham yang akan merancang gaun pengantin bagi calon menantu perempuannya itu. 


#Catatan:

Asal tahu saja, Victoria punya rumah mode mewah yang didirikan tahun 2008. Dan sebagai desainer, Victoria ini lumayan mumpuni. Dia pernah 2 kali menang penghargaan bergengsi (Designer Brand of the Year di British Fashion Awards) di tahun 2011 dan 2014.


Prestasi Victoria di dunia fashion, beneran nggak kaleng-kaleng lho. Anna Wintour, yang terkenal sebagai kritikus fashion (sekaligus Editor in Chief Vogue) yang sangat dingin dan galak itu pun, jadi pendukung setia Victoria dan selalu duduk di barisan depan setiap peragaan busana karya Victoria.


Nah, anehnya, akhirnya Nicola muncul memakai gaun pengantin rancangan Valentino!!!


Lalu Brooklyn melakukan pembelaan diri yang fatal! 


Dia bilang, “Ibu saya (Victoria Beckham) telah membatalkan gaun pengantin untuk Nicole, 11 jam sebelum resepsi pernikahan. Jadinya Nicola kalang kabut mencari gaun baru. Makanya akhirnya Nicola pakai rancangan Valentino deh….”


Padahal, ini faktanya:


Menurut Vogue, Valentino membutuhkan waktu 1 tahun untuk mengerjakan gaun pengantin itu. 


Bahkan, stylist Nicola sendiri (Leslie Fremar) menjelaskan secara rinci bahwa mereka terbang ke Roma dua kali untuk melakukan proses fitting selama setahun belakangan. 


Nah, nggak sinkron kan??? Dengan narasi ‘panik 11 jam sebelum hari H’? 


Sumber: 

1. https://www.vogue.co.uk/fashion/article/nicola-peltz-valentino-wedding-dress


2. https://www.standard.co.uk/showbiz/nicola-peltz-wedding-dress-victoria-beckham-brooklyn-valentino-b1267228.html


Sampai di sini, kita semua cuma bisa menduga-duga: apakah, Nicola Peltz yang anaknya Biliuner itu, merasa nggak cocok dengan seleranya Victoria Beckham, tapi nggak enak menolak…? Atau gimana?


Kalau nggak enak menolak, kok malah diem-diem bae alias membiarkan Brooklyn bikin kebohongan publik? 


Atau…. 

Kayak dracin dan drakor pada umumnya, ini adalah

persaingan dominasi antara sesama keluarga kaya… tapi beda budaya…?


Victoria dan Beckham, tumbuh dengan etiket ala Inggris yang anggun, berselera ‘halus’ serta berkelas… sementara keluarga Peltz tumbuh dengan budaya Amerika yang ‘seru’, agresif dan terbiasa melakukan invasi bisnis yang ‘full-force’.


Jadi, Victoria dan Beckham banyak diam, karena langkah-langkah perang media kayak gini, dianggap oleh Victoria sebagai ‘norak’ dan ‘nggak beradab’.

Sementara, sikap diam dan dingin Victoria dianggap sombong dan ‘sok paling aristokrat’ oleh Nicola?


Nah entah kan…? Cuma mereka yang tahu, kalau urusannya sudah ‘perasaan’ begini.


So, mari kita fokus pada data saja ya…


********


#KEEMPAT:

The Power of ‘Bucin’:


Menurut Neurologi, kalau seseorang sedang di fase infatuation yang ekstrem atau ketergantungan emosional pada pasangan, maka prefrontal cortex (sebagai pusat logika) sering ‘off’.


Soal komposisi hormon, saat jatuh cinta, sudah pernah kujelaskan di postingan ini:

CINTA OOOH CINTA

https://www.facebook.com/share/1AMC5tT4ra/?mibextid=wwXIfr


Jadi, saat ini, yang bekerja cuma bagian Ventral Tegmental (pusat reward): Selama Nicola senang, otak Brooklyn merasa ‘di atas awan’, meskipun dia harus mempermalukan ibu kandungnya sendiri dan berbohong di depan dunia. 


Bagi Brooklyn, validasi Nicola lebih penting daripada fakta, data, dan kebenaran yang jelas-jelas dapat ditelusuri oleh netizen.


********


#KELIMA: 

Memory Reconstruction.


Brooklyn juga menceritakan di media sosialnya, bahwa ibunya (Victoria Beckham) membajak dansa pertamanya. Brooklyn juga mengatakan ‘ibunya berdansa secara tak patut di acara itu.’


Faktanya???


Laporan dari British Vogue dan saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa dansa pertama (first dance) antara pengantin baru, yaitu Brooklyn dan Nicola berjalan lancar dengan lagu Elvis Presley. 


Kejadian Brooklyn dansa dengan Victoria (yang diiringi lagu Marc Anthony) yang digegerin sama Brooklyn itu, sebenarnya terjadi jauuuh lebih larut malam, sekitar jam 23.00


Sumber: 

https://www.manchestereveningnews.co.uk/news/uk-news/i-brooklyn-beckhams-wedding-know-33271378


Jadi, klaim yang dilakukan Brooklyn (bahwa ibunya menyabotase dansa pertamanya) adalah bentuk Memory Reconstruction. Hal ini biasa terjadi kalau seseorang sedang ada di dalam tekanan konflik antara istri dan orang tuanya, lalu otaknya secara nggak sadar ‘membangun ingatan versi baru’ supaya dia merasa benar dalam memihak istrinya.


Tapi masalahnya, Brooklyn lupa kalau dia hidup di era digital dan internet. Data Valid (seperti wawancara Vogue atau kesaksian 500 orang tamu undangan) nggak bisa dibungkam begitu saja.


Upaya-upaya Brooklyn ini jadi kayak lawak: ini bakal masuk catatan sejarah, sebagai salah satu contoh bentuk manipulasi yang sangat amatir dan menggelikan.


Tadinya, aku sempat mikir begini lho: Jangan-jangan media semacam Vogue, BBC dll itu ‘dibayar’ oleh Victoria untuk membuat narasi ‘klarifikasi’.


Soalnya, aku baca, Brooklyn bilang: Sejak Brooklyn kecil, ibunya sangat jaga image. Semua pemberitaan terkait makan malam keluarga, acara shooping bersama, acara liburan, itu semua diatur untuk konsumsi media.


Eh tapi aku langsung inget: kekayaan keluarga Peltz itu 3 kali lipat keluarga Beckham… Jadi kalau mau adu suap semua wartawan dan jurnalis, keluarga Beckham bakal kalah modal lah ya.


*********


#KEENAM: 

Identity Diffusion:


Saat ini, Brooklyn memblokir seluruh keluarganya: Bapak, Ibu dan adik-adiknya. 


Menurutku, ini strategi blokir yang salah alamat. 


Orang lain, memblokir keluarganya karena pingin menjaga kedamaian dari keluarga toksik. Brooklyn memblokir keluarganya sebagai bentuk tantrum yang Passive-Aggressive.


Ini jelas bukan boundary setting, tapi alienation. Dia mencoba memutus akses keluarga, supaya keluarganya nggak bisa memberikan klarifikasi atau data tandingan secara langsung. Barangkali, dia bermaksud membangun hidup baru dalam ‘gelembung realitas’ yang diciptakan Nicola.


Nampaknya, Brooklyn sedang mengalami kekacauan identitas. Dia nggak tahu ‘siapa dirinya’ kalau tidak sedang ‘nempel pada seseorang’. Dulu menempel pada nama besar bapaknya, sekarang menempel pada ketiak istrinya.


*******


Di akhir tulisan… aku cuma bisa takjub. 


Menurutku, gosip ini benar-benar ‘perang data’ yang seru untuk ditelusuri…


Demi apa coba, aku yang biasanya nggak berselera sama gosip… jadi bela-belain nyebur ‘nyari kutu’, tengah malem begini…??? Hahahaha….


Ini karena aku ‘tersulut’ oleh logika yang nggak nyambung, antara claim dan catatan media…


Well… gimana menurutmu?


Eh… btw…

aku tetap terbuka lho sama data dan sumber baru. Kan bisa aja, Brooklyn yang bener. Ye kan?


Kita mah, cuma netizen remahan rengginang. Nggak ada untungnya juga memihak. Aku bukan tim siapa-siapa. 


Lagian, aku cuma iseng aja hahahahaha…! 🤣🤣


Yuk, aku tidur dulu…

Selamat subuh…


Na Padmo OFC

01.24, Kamis Wage

30 Kapitu 2936 Jawa

22 Januari 2026 Masehi


——-


#Pesan 1: kusarankan, buka deh link-link sumber yang kusertakan. Detail dari sumber itu (terutama video Brooklyn lagi masak), beneran bikin heran.


#Pesan 2: buat kawan-kawan yang sudah belajar numerologi dan tarot, ini ada detail data:


Nicola Peltz:

9 Januari 1995

Numerologi: 2005 (7)

Life Values: 2002 (4)


Brooklyn Beckham:

4 Maret 1999

Numerologi: 2006 (8)

Life Values: 2007 (9)


Tanggal Pernikahan: 

9 April 2022

Numerologi: 2035 (10/1)

Life Values: 2023 (7)


Monggo dipahami dari kacamata lain….. hehehe

Seru ye?

Komentar