Flu Burung dan Kearifan Lokal

Peternakan ostrich, ternaknya ditembak mati semua dengan alasan flu burung.

Itu peternakan, ya?

Sepertinya itu adalah semacam konsekuensi logis dari setiap praktek yg "seragam dan massal".

Penjara dg kapasitas yg harusnya diisi 10, tapi diisi 30 orang, pasti tdk sehat. Entah fisik atau psikis.

Sama saja dg peternakan, ada kapasitas optimal bukan maksimal. Karena hrs ada pertimbangan sirkulasi udara, kejenuhan, dll. Ini satu sisi.

Tapi di sisi yg lain ada kebutuhan manusia yg makin banyak jumlahnya thd hasil dari peternakan tsb.

Jadi yg "jahat" apa/siapa?

Manusia yg berkembang biak? Atau pengembangbiakan hewan ternak?

---

Di kampung sini unggas mati mendadak secara massal sudah menjadi hal yang lumrah. Kalo pas musim, sekampung semua unggas ludes. Kecuali yang dikandang dan nggak bergaul sama unggas dari luar. Tapi orang orang biasa aja. Mereka menyebutnya aradan. 

Sebulan lagi orang orang beli unggas lagi, hidup seperti biasa, dan entah kapan akan ada aradan lagi. Mereka santai. Kalo sakitnya ketahuan, diobati pakai pisau, jadi opor. Sesederhana itu.

----

Kakek dan buyut sebelum kemerdekaan sudah mempraktekan hidup sehat tatkala prahara hanya dengan makan arang tembakau,  minyak tanah dgn bawang merah d oles kaki klo sakit perut dan tangkai cabe ditambahkan sambal klo sakit pinggang, minyak kelapa utk goreng ikan juga untuk urut badan pegal. 

Klo habis nifas minum daun taraf muda sayur kasisap ikan gabus bakar. Emut garam tiap mau makan letak telunjuk. Tiap 3 bulan minum rebusan daun sena atau dikampung dikenal dgn gulinggang makanan sedikit nasi jagung dan umbi semua tidak beli bahkan gula dibuat sendiri dari tebu menjadi gula batu ternak dari ayam, kambing, sapi dan kerbau rawa ada yang memelihara, karet ada yg nyadap sawah dikerjakan sendiri secara gotong-royong hidup begitu sederhana dan bahagia setelah saya fikirkan ternyata itu konsep mandiri pangan owalah kita org modern ternyata lebih pintar pendahulu kita.

 Sekarang tdk ada yg ngelola semua pada ingin hidup modern tdk mau susah dan cape alhasil semuanya ludes tak bersisa.



Komentar