BENDERA BERKIBAR DI "SG" (SULTAN GROUND)
Ini adalah tanah waris saya, di salah satu kabupaten di Jogya, dimana kabupaten ini dikenal banyak menyimpan candi, arca dan prasasti dari era Medang (Mataram Kuno).
Di kavling saya ini, dari data BPN, ternyata di dalamnya ada kavling "SG" (Sultan Ground), atau tanah milik Kesultanan Jogya, cq. Sri Sultan HB X.
Di gambar kiri & kanan atas :
• kavling saya yg warna abu-2
• Sultan Ground adalah petak putih di dalam nya
Dan setelah sertifikat tanah nya resmi saya terima, dari gambar sketsa kavling yg dibuat BPN, Sultan Ground di dalam kavling saya malah seperti membentuk gambar:
BENDERA BERKIBAR 🇲🇨
--------
MAKAM "MBUDO"
Tanah itu warisan eyang (alm) yg langsung dipecah ke level cucu. Jadi sertifikatnya dipecah 17 nama. Ini program sertifikasi gratis era JKW di 2019.
Semua saudara saya sudah menerima sertifikat di 2020. Sementara milik saya baru keluar di Agustus 2025, krn masalah pengukuran Sultan Ground itu. Prosesnya lumayan rumit, butuh 6 tahun baru selesai.
Kavling milik saya ini memang terkenal "wingit" (angker). Sejak ayah saya masih kecil dulu, sering ada penampakan ular siluman dgn mahkota merah delima.
Dulu, di 1970-an waktu daerah itu masih banyak sawah, petani yg melintasi tanah saya sering ditongolin sosok orang, yg menawarkan perhiasan emas di atas tampah. Yang ada, petani malah pada kabur ketakutan.
Banyak juga orang yg curi-2 tirakat di kavling saya. Ada yg nyari kesaktian. Ada juga yg berusaha "menarik" harta atau pusaka.
Orang yg masuk ke javling ini juga banyak yg kesurupan. Bahkan 3 orang petugas BPN yg mengukur tanah saya, diusir pergi oleh satu sosok tinggi besar.
3 petugas BPN ini sampai dimimpi-mimpiin malamnya. Beberapa hari kemudian mereka baru balik lagi, sambil ritual ziarah, baru mereka bisa leluasa mengukur tanah.
Di kavling saya ini memang ada belasan batu nisan dari makam kuno, sepertinya dari abad 7-8. Makanya warga setempat menyebut kavling saya sebagai MAKAM MBUDO (makam Buddha).
Ada 3 batu nisan besar (foto kiri bawah), lalu belasan nisan kecil (kanan bawah), sepertinya itu belasan makam pengawal (pengiring) dari 3 nisan besar tadi.
Jadi 3 petugas BPN yg mengukur tanah saya, mereka melakukan ziarah makam dulu dan mengirim doa. Baru mereka bisa mengukur.
Itupun selama mereka kerja mengukur, di tanah saya muncul sosok ibu-2 pakai kemben Jawa. Mana ada jaman syariah begini ada ibu-2 pakai kemben begitu.
------
Tanah saya ini memang sangat angker. Makanya dulu ayah saya yg "memangku" nya. Saya cuma ketiban waris aja.
Tapi dalam "pandangan" saya, memang ada energy luar biasa kuat, yg terkandung di tanah kavling saya ini.
Dan gak heran, dulu pusat kerajaan Medang ada di dekat tanah saya ini. Cuma sepertinya dulu para leluhur kurang bijak mengelola energy spiritual tsb.
Dalam.ssjarahnya, area sekitar tanah saya adalah pusat konflik kerajaan Medang. Banjir darah karena kudeta & penghianatan banyak tumpah di daerah sekitar nya. Itu semua tercatat dalam sejarah.
A.l. pemberontakan besar Mpu Kombayoni yg memakai kawasan Ratu Boko sebagai markas pemberontakan.
Sekarang saya sedang berusaha utk "memurnikan" energy di kavling saya. Karena secara resmi (dgn sertifikat) saya adalah "pemangku" nya. Dan itu baru saya mulai di Jumat 3 Okt 2025 kemarin, saya datang langsung ke lokasi.
Semoga menjadi sumber energy positif utk banyak orang, untuk negara.
Maka kok ya pas banget, Sultan Ground nya mirip gambar BENDERA BERKIBAR.
Semoga selalu jaya Nusantara ku..... 🇲🇨🇲🇨🇲🇨
.....

Komentar
Posting Komentar