Serahkan Pada Ahlinya

 "Serahkan Pada Ahlinya" pak Kyai tentu bukan ahli bangunan. 


Para pengasuh pondok pesantren (ponpes) pasti tahu hadis Nabi yang menyatakan bahwa segala hal harus diserahkan ke ahlinya. Juga pasti tahu kalau menyerahkan suatu urusan bukan kepada ahlinya itu bisa mengakibatkan "kiamat". Pasti beliau-beliau tahu hadis itu.



Menyerahkan pembangunan gedung ponpes kepada orang yang bukan ahlinya, sudah pasti akan mendatangkan kiamat atau kehancuran.


Memasuki hari ke-4, masih ada puluhan santri yang terjebak di bawah reruntuhan. Menurut data, masih ada 59 santri! Jadi, data korban meninggal dunia yang 5 orang sampai saat ini jelas bukan angka terakhir.



Menurut kabar, karena golden time sudah habis, ditambah sudah mulai tercium aroma anyir dari reruntuhan, maka alat berat akan mulai dipakai untuk membuka reruntuhan. Saat itu dilaksanakan hari ini, harapan keluarga korban bisa dibilang sudah sirna. Mereka harus merelakan kepergian anggota keluarga mereka.


Serahkan sesuatu pada ahlinya, itu adalah ajaran agama. Dan pesan itu dilanggar di tempat anak-anak kita belajar agama.


Secara hukum, musibah ini tentu tidak ada mens rea. Tidak ada niat jahat. Tapi di dunia hukum, tanpa ada mens rea bukan berarti tak ada yang bersalah karena kelalaian bisa menjadi dasar pidana.



Pemberian maaf keluarga korban pun tidak serta merta menghapus pidana. Makanya, masalah seperti ini akan sangat pelik karena yang nantinya harus berhadapan dengan hukum adalah: tokoh agama.


Semoga kejadian ini adalah yang terakhir kali terjadi. Berikutnya kita harap ada audit gedung bangunan ponpes oleh pihak berwenang untuk memastikan keamanan penghuni ponpes.


Dan untuk audit bangunan-bangunan ponpes itu ke depan, sudah sepatutnya kita serahkan pada ahlinya. Pak Kyai mungkin saja seorang ahli agama, tetapi bukanlah ahli segalanya apalagi ahli bangunan. 




Komentar