Kalau dilihat dari hasil screener Skydrugz 17 Oktober 2025 ini, kelompok saham yang muncul mayoritas punya performa harga yang lagi turun tapi fundamentalnya masih sehat. Jadi meski sebagian besar harga anjlok dalam setahun terakhir, justru banyak yang mulai tampak menarik buat diamati menjelang musim dividen tahun depan.
Yang pertama paling mencolok adalah Indofood Sukses Makmur ($INDF). Saham ini memang nyaris tidak bergerak, hanya turun tipis sekitar 0,70%, tapi kalau dilihat dari sisi valuasi sudah termasuk murah dengan PBV cuma 0,92 dan PER 5,36. Artinya harga pasar hanya sedikit di atas nilai bukunya, sementara labanya masih tumbuh 51,48% dengan pertumbuhan pendapatan 4,45%. Kombinasi PBV rendah, PER kecil, dan laba yang naik signifikan ini bikin INDF kelihatan undervalued dan stabil di tengah kondisi pasar yang lagi lesu. Kalau dibandingkan dengan anak usahanya, ICBP, induknya ini justru lebih murah padahal kinerjanya juga bagus.
Kemudian ada Indofood CBP (ICBP) yang turun 24,80% tapi berhasil mencatatkan lonjakan laba 56,49%. PBV-nya 2,31 memang agak tinggi, tapi PER-nya 9,90 masih dalam batas wajar untuk perusahaan consumer goods besar yang margin-nya tebal. Jadi walau valuasinya tidak semurah INDF, pertumbuhan labanya yang kuat bisa jadi alasan investor tetap menaruh minat pada ICBP, apalagi dengan lini produk yang stabil seperti mie instan dan susu.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Selanjutnya AKR Corporindo (AKRA) juga menarik untuk disorot. Harganya turun 28,19%, tapi laba bersih tumbuh 17,66% dan pendapatan naik 14,84%. Dengan PBV 1,83 dan PER 9,10, valuasinya masih bisa dibilang moderat. AKRA dikenal punya bisnis distribusi energi dan kimia industri yang relatif defensif, dan performa arus kasnya biasanya solid. Kinerja semacam ini sering dicari investor yang suka perusahaan dengan aliran pendapatan stabil.
Lalu BFI Finance (BFIN) juga salah satu yang patut diperhatikan. Sahamnya terkoreksi 20,11% padahal kinerjanya lumayan baik. Laba naik 11,15%, pendapatan tumbuh 6,21%, PBV 1,08 dan PER 7,45. Dengan valuasi serendah itu, BFIN bisa dibilang tergolong value stock murni, apalagi kalau free cash flow-nya tetap positif seperti biasa. Emiten pembiayaan ini termasuk perusahaan yang disiplin dalam menjaga kualitas aset, jadi walau pasar pembiayaan sedang ketat, posisinya masih aman.
Dari sektor perbankan, Bank CIMB Niaga (BNGA) dan Bank Danamon (BDMN) termasuk bank yang menarik buat investor value. PBV masing-masing hanya 0,78 dan 0,44, dengan PER rendah di kisaran 6-an. Walaupun labanya tidak melonjak tinggi, keduanya tetap tumbuh positif. BNGA laba naik 1,41% dan BDMN tumbuh 12,27%. Return saham keduanya memang minus dua digit, tapi valuasi segitu membuatnya sudah tergolong murah dibanding bank-bank besar lain seperti $BBCA yang PBV-nya masih 3,53.
Kalau bicara soal lonjakan laba paling gila, Bank Maybank Indonesia (BNII) jelas menonjol. Laba naik 348,11% dari tahun lalu, walaupun secara valuasi PBV-nya rendah di 0,49 dan PER agak tinggi di 13,24. Saham ini turun 13,79% tapi peningkatan laba sebesar itu menandakan adanya pemulihan besar atau efek basis rendah tahun lalu. Tetap saja, angka itu cukup menarik perhatian dan bisa jadi sinyal bahwa BNII mulai pulih dengan baik.
Ciputra Development (CTRA) juga termasuk yang solid di sektor properti. Harga sahamnya anjlok 35,87%, tapi pendapatan naik 16,77% dan laba tumbuh 20,01%. PBV hanya 0,72 dan PER 6,64, keduanya menandakan saham ini tergolong murah. Sektor properti memang lesu, tapi Ciputra masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif, yang berarti manajemennya cukup efisien.
Selamat Sempurna (SMSM) juga menarik. Meski sahamnya turun 8,44%, perusahaan ini masih punya margin bagus dengan PBV 2,82 dan PER 9,71. Laba naik 18,48% dan pendapatan 8,76%. Sebagai produsen komponen otomotif, SMSM punya posisi unik karena cenderung stabil dalam kondisi makro apapun.
Sementara itu, Cisarua Mountain Dairy (CMRY) alias Cimory, juga punya angka pertumbuhan yang mengesankan, pendapatan naik 16,60% dan laba 23,86%. Tapi valuasinya mahal, PBV 6,05 dan PER 19,96, jadi cocok buat investor growth yang berani bayar premium untuk pertumbuhan tinggi.
Di sisi lain, Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) dengan PBV 5,26 dan PER 23,48 termasuk yang paling mahal dalam daftar ini. Walau pendapatan dan laba masih tumbuh, valuasinya membuatnya kurang menarik untuk value investor, tapi masih relevan bagi mereka yang percaya sektor ritel modern akan tetap tumbuh stabil. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau dilihat dari keseluruhan, saham yang paling seimbang antara valuasi murah, pertumbuhan positif, dan kestabilan bisnis adalah INDF, AKRA, $BFIN, dan CTRA. Keempatnya punya PBV di bawah 1 atau mendekati, PER di bawah 10, serta laba yang tumbuh dua digit. Sementara BNII menonjol karena lonjakan laba ekstrem, tapi perlu dilihat apakah pertumbuhan itu berkelanjutan.
✅ INDF – PBV 0,92 • PER 5,36 • Revenue +4,45% • Laba +51,48% • Harga -0,70% → Murah, stabil, undervalued
✅ ICBP – PBV 2,31 • PER 9,90 • Revenue +1,73% • Laba +56,49% • Harga -24,80% → Laba meledak, valuasi masih wajar
✅ AKRA – PBV 1,83 • PER 9,10 • Revenue +14,84% • Laba +17,66% • Harga -28,19% → Konsisten, bisnis defensif, masih murah
✅ BFIN – PBV 1,08 • PER 7,45 • Revenue +6,21% • Laba +11,15% • Harga -20,11% → Value stock bersih, FCF positif
✅ CTRA – PBV 0,72 • PER 6,64 • Revenue +16,77% • Laba +20,01% • Harga -35,87% → Properti undervalued, manajemen efisien
✅ BNGA – PBV 0,78 • PER 6,08 • Revenue +4,56% • Laba +1,41% • Harga -12,57% → Bank murah, fundamental stabil
✅ BDMN – PBV 0,44 • PER 6,97 • Revenue +3,55% • Laba +12,27% • Harga -11,41% → Bank solid, valuasi rendah
✅ PNBN – PBV 0,45 • PER 8,68 • Revenue +3,61% • Laba +8,16% • Harga -44,26% → Diskon besar, potensi rebound
✅ BNII – PBV 0,49 • PER 13,24 • Revenue +5,07% • Laba +348,11% • Harga -13,79% → Lonjakan laba ekstrem, potensi recovery
✅ SMSM – PBV 2,82 • PER 9,71 • Revenue +8,76% • Laba +18,48% • Harga -8,44% → Stabil, margin tebal, manufaktur kuat
✅ CMRY – PBV 6,05 • PER 19,96 • Revenue +16,60% • Laba +23,86% • Harga -8,26% → Growth tinggi, valuasi mahal
✅ MAPA – PBV 2,25 • PER 12,91 • Revenue +11,51% • Laba +12,87% • Harga -34,78% → Retail kuat, tapi valuasi agak tinggi
✅ MAPI – PBV 1,66 • PER 10,93 • Revenue +8,72% • Laba +6,85% • Harga -28,73% → Stabil, valuasi mulai menarik
✅ AKRA – PBV 1,83 • PER 9,10 • Revenue +14,84% • Laba +17,66% • Harga -28,19% → Konsisten, sektor energi stabil
✅ PWON –PBV 0,79 • PER 7,42 • Revenue +3,45% • Laba +34,23% • Harga -31,37% → Properti murah, laba kuat
✅ BBCA – PBV 3,53 • PER 15,93 • Revenue +7,59% • Laba +7,96% • Harga -30,07% → Bluechip, stabil tapi mahal
✅ KLBF – PBV 2,49 • PER 14,10 • Revenue +4,60% • Laba +9,41% • Harga -29,59% → Farmasi solid, valuasi agak premium
❌ AMRT – PBV 5,26 • PER 23,48 • Revenue +7,76% • Laba +4,99% • Harga -36,04% → Mahal, pertumbuhan melambat
❌ TOWR – PBV 1,62 • PER 9,75 • Revenue +3,91% • Laba +2,93% • Harga -32,72% → Growth melambat, valuasi netral
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Komentar
Posting Komentar