Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memonitoring secara langsung penerimaan negara.
Pasalnya, teknologi ini dihadirkan untuk menutup celah under invoicing yang kerap dilakukan importir nakal. Praktik ini merupakan cara untuk mencatatkan harga barang lebih murah dari harga aslinya.
“Dalam tiga bulan ke depan akan kita siapkan sistem AI yang lebih siap. Kita akan bentuk tim 10 orang di sana, yang jago-jago. Mulai dari matematikawan untuk menganalisa kebocoran perdagangan, kalau ada,“ ujarnya usai menyambangi kantor Bea Cukai, Rabu (23/10).
Selain Bea Cukai, lanjutnya, sektor penerimaan negara lain juga akan diperkuat menggunakan teknologi terkini, tak terkecuali pajak.
Menurutnya, jika sistem AI ini sudah bisa dikembangkan dalam 3 bulan ke depan, maka penerimaan negara bisa terdorong dan efisien.

Komentar
Posting Komentar