@everyone
** Bitcoin Pernah Alami Bug, Pasokannya Meroket Jadi 184 Miliar Koin**
Satoshi Nakamoto sejak awal menetapkan pasokan Bitcoin (BTC) hanya 21 juta keping. Angka ini dikenal sebagai hard cap alias batas pasokan yang menjadi bagian dari moneter Bitcoin untuk menciptakan kelangkaan.
Namun faktanya, pada Agustus 2010 silam, aset digital yang digadang-gadang tak terpecahkan ini pernah mengalami bug serius yang membuat pasokannya meroket ribuan kali lipat menjadi 184 miliar Bitcoin.
Saat itu, hampir seluruh fondasi ekonomi Bitcoin hancur ketika seseorang mengeksploitasi celah dalam source code untuk menciptakan jauh lebih banyak Bitcoin daripada yang seharusnya.
Peristiwa ini terjadi pada blok ke-74.638, dua alamat menerima masing-masing lebih dari 92 miliar BTC akibat "overflow bug", yaitu kesalahan dalam perhitungan nilai transaksi yang melebihi batas maksimal data.
Namun, kejadian itu segera terdeteksi oleh pengembang Jeff Garzik, Gavin Andresen, dan Satoshi Nakamoto. Mereka segera merilis patch 0.3.10 melalui soft fork yang menghapus blok cacat tersebut dan memulihkan jaringan ke kondisi sebelumnya hanya dalam waktu lima jam.
Pembaruan ini membuat jaringan kembali ke kondisi sebelum bug muncul dan menghapus 184 miliar Bitcoin yang tercipta secara tidak sah. Setelah banyak pengguna memperbarui node mereka, jaringan kembali normal, dan aturan batas maksimal 21 juta Bitcoin berhasil dipulihkan.
Tindakan cepat ini menyelamatkan Bitcoin dari keruntuhan nilai dan menjaga kepercayaan terhadap sistemnya, terutama karena saat itu Bitcoin masih dalam tahap awal dan nilainya hanya sekitar US$0,3.
Meskipun hingga kini pelaku eksploitasi tetap anonim, insiden ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perkembangan keamanan blockchain. Ini juga menunjukkan bahwa meskipun kode bisa memiliki celah, kekuatan komunitas dan respons cepat adalah kunci kelangsungan Bitcoin.

Komentar
Posting Komentar