Kemarin saya lihat reel, isinya ceramah. Dari suara dan muatannya saya duga itu ceramah Khalid Basalamah. Apa isinya?
Kata dia, laki-laki itu tidak bisa menahan birahi atau hasrat seksual. Tidak bisa ditunda. Berbeda dengan perempuan. Laki-laki akan gelisah dan tidak nyaman secara psikologis.
Karena itu, menurut penceramah, perempuan harus melayani kebutuhan seks suaminya kecuali bila sedang berhalangan, menstruasi atau sakit.
Penceramah ini boleh jadi ahli agama. Tapi narasi tadi bukan ranah agama. Bagaimana kondisi psikis seorang laki-laki terkait dengan kebutuhan seks, itu bukan materi di ranah agama. Itu materi psikologi atau seksologi. Seorang ulama sekali pun tidak berhak bicara soal itu kecuali dia sudah melakukan kajian, melalui kajian pustaka atau melakukan riset.
Benarkah laki-laki tidak bisa menahan dorongan seksualnya? Tidak. Dorongan seksual pada laki-laki (juga perempuan) memang dipengaruhi hormon, terutama testosteron, tetapi itu bukan sesuatu yang otomatis harus dilampiaskan segera. Otak manusia memiliki sistem kontrol perilaku (korteks prefrontal) yang memungkinkan seseorang menunda atau mengatur pemuasan dorongan biologis, sama seperti menahan lapar atau marah.
Dorongan seksual juga bervariasi pada setiap individu. Libido berbeda pada setiap laki-laki, tergantung pada:
- Tingkat hormon (testosteron, prolaktin, kortisol).
- Usia.
- Kesehatan fisik dan mental.
-Faktor psikologis (stres, mood, self-control).
- Lingkungan sosial dan budaya.
Artinya, tidak semua laki-laki punya kebutuhan seks yang sama, apalagi sampai “tak bisa ditunda”.
Penelitian dalam psikologi evolusioner dan seksologi memang menunjukkan laki-laki rata-rata memiliki libido lebih tinggi daripada perempuan, tapi juga ditemukan bahwa:
- Self-control dapat mengurangi perilaku seksual impulsif.
- Ada individu dengan libido rendah (hypoactive sexual desire disorder).
- Ada juga laki-laki yang bisa hidup tanpa seks bertahun-tahun (misalnya biksu, pendeta, atau individu aseksual).
Ini membuktikan dorongan seks bukan kebutuhan biologis yang mutlak harus segera dipenuhi seperti oksigen atau air.
Apakah ada bahayanya kalau tidak segera disalurkan?
- Makan/minum: jika tidak dipenuhi → mati.
- Seks: jika tidak dipenuhi → tidak berbahaya bagi individu, hanya berpengaruh pada reproduksi.
Secara medis, menahan diri dari aktivitas seksual tidak merusak kesehatan secara langsung.
Sebenarnya tanpa rujukan sains yang mendalam kita bisa dengan mudah untuk membantah narasi tolol tadi. Manusia mulai punya dorongan seksual sejak akil baligh di usia belasan. Faktanya laki-laki baru menikah 10 tahun kemudian. Itu bukan sekadar ditunda, tapi zero.
Orang-orang yang sudah menikah pun tidak selalu berhubungan seks. Ada yang berada jauh dari istri, bisa berbulan-bulan tidak senggama. Hidupnya normal saja.
Para ulama dan ustaz sering ngomel kalau ada orang bicara agama tanpa ilmu. Tapi mereka cukup sering bicara soal hal-hal yang mereka tidak punya ilmu tentangnya. PD aja.
Komentar
Posting Komentar