Scandal Hyperliquid vs Arthur Hayes

 ** Drama HYPE Berlanjut, Arthur Hayes Bakal di Blacklist usai Jual Demi Ferarri**



Komunitas Hyperliquid (HYPE) menyerukan langkah tegas untuk melindungi integritas proyek dari potensi gangguan yang dianggap datang dari Pendiri BitMEX Arthur Hayes.


“Arthur Hayes, yang dikenal sebagai penghancur garis tren, perwujudan sinyal terbaik, dan "filsuf" paruh waktu, harus dihentikan sebelum ia mendapatkan token HYPE lainnya,”  ujar \@MercuryappHL melalui akun media sosial X.


Sebelumnya, Hayes memprediksi Hyperliquid (HYPE) bakal melonjak 126 kali lipat atau sekitar US$5.000 dalam 3 tahun pada Agustus lalu. Namun, ahli crypto tersebut malah menjual 96.000 HYPE senilai US$5,1 juta atau sekitar Rp84,33 miliar, Minggu (21/09).


Kini harga token tersebut telah jatuh puluhan persen dalam sepekan, yang membuatnya kini dibanderol US$44. Di sisi lain, data on-chain Arkham Intelligence menunjukkan penjualan tersebut membuat Hayes untung sekitar US$823.000, atau sekitar 19%.


Hayes menyebut alasan ia menjual HYPE yakni karena ia berencana untuk untuk membeli Ferrari. Tak hanya itu, alasan lainnya yakni akibat rencana vesting token dari jaringan Hyperliquid.


“Perlu membayar deposit saya untuk Rari 849 Testarossa yang baru,” ujar Hayes dalam unggahan media sosial X pribadinya.


Untuk mencegah dampak tersebut, pihak komunitas Hyperliquid mengajukan proposal untuk melakukan blacklist terhadap wallet milik Hayes dari seluruh platform HYPE.


“Secara historis, aksi beli Arthur adalah sinyal jual paling andal yang pernah dihasilkan industri ini. Jika dia long, Anda short. Jika dia bullish, Anda panik. Ini praktis hukum on-chain,” lanjut pihak HYPE.


Tak hanya itu, mereka juga mewajibkan untuk menyertakan pernyataan bahwa pembeli bukan Arthur Hayes, serta membentuk program bounty untuk mengidentifikasi wallet yang terkait dengannya.


Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).

Komentar