Pemenang Ballon d’Or yang Selalu Jadi Polemik

Pemain Paris Saint-Germain dan Timnas Prancis Ousmane Dembele, terpilih sebagai pemenang Ballon d’Or 2025. Penghargaan ini sering diasosiasikan sebagai anugerah pemain terbaik dunia. 



Seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana setiap pemenang diumumkan selalu muncul pro dan kontra—antara setuju dan tidak setuju—tahun ini pun demikian.


Tahun ini kontra yang cukup keras muncul dari para penggemar Lamine Yamal (Barceclona/Spanyol) dan penggemar Mohamed Salah (Liverpool/Mesir).


Menurut penggemar masing-masing, harusnya Yamal dan Salah yang lebih layak menang. Faktanya, Yamal hanya di peringkat 2, dan Salah justru hanya berada di peringkat 4. 


Mereka membandingkan secara teknis antara Dembele dengan Yamal dan Salah, dan menyimpulkan bahwa Dembele kalah. Yamal dan Salah dianggap sebagai pemain yang lebih baik dan punya peran/pengaruh lebih besar dalam setiap pertandingan yang mereka mainkan.


Namun, publik sepakbola seolah lupa, bahwa pemenang Ballon d’Or ini sebenarnya ditentukan oleh hasil polling/voting 100 jurnalis yang mewakili negara peringkat 100 besar FIFA. 


Nah, yang namanya voting, tentu sedikit banyaknya faktor subjektivitas mempengaruhi pilihan para jurnalis tersebut. 


Meski mereka diberi panduan dan parameter dalam menentukan pilihan, pastinya faktor suka tidak suka berdasarkan preferensi pribadi ada pengaruhnya. 


Misal, antara Yamal dan Dembele. Bisa jadi faktor kepribadian dan gaya hidup Yamal yang makin glamor belakangan ini menjadi nilai minus dirinya di mata para jurnalis tersebut. Sementara Dembele terlihat lebih low profile, santun, dan gaya hidupnya terlihat normal, maka lebih disukai.


Oya, ada fun fact dalam pemenang Ballon d’Or tahun ini, yaitu:


Tiga dari 4 pemenang teratas tahun 2025 ini adalah pemain Muslim (Ousman Dembele peringkat 1, Lamine Yamal peringkat 2, dan Mohamed Salah peringkat 4).


Terlepas dari segala pro dan kontra, selamat untuk Ousmane Dembele yang menjadi pemain Muslim ke 4 memenangi Ballon d’Or setelah George Weah (AC Milan,1995), Zinedine Zidane (Juventus, 1998), dan Karim Benzema (Real Madrid, 2022).

Komentar