"Kok bisa ojol nambal jalan?"
Awalnya saya kerja ojol, penghasilan pas-pasan. Tapi saya coba kerja lebih keras. Di sela-sela ngojol, saya jualan jas hujan plastik. Uangnya saya tabung 4 bulan—sebagian buat dana darurat, sebagian lagi buat beli alat dan bahan aspal.
Dulu, saya racik sendiri: beli aspal bakar, cairan perekat, pasir beton. Lama-lama saya nemu cara baru, yaitu daur ulang aspal bekas dari pinggir jalan. Malam-malam saya kumpulin, lalu besoknya diolah. Sambil ngojol, saya juga suka dokumentasi sederhana tanpa editan.
Awalnya saya tambal jalan di kampung, Ciwidey. Belum berani ke kota karena aspalnya cepat dingin. Tapi setelah fokus, Alhamdulillah konten saya rame. Saya dapat apresiasi dari perusahaan DMK, bahkan dikasih aspal yang lebih praktis. Dari situ saya bisa nambal sampai ke Bandung.
Saya bersyukur, karena tanpa dukungan warga dan apresiasi perusahaan, saya nggak mungkin sampai sejauh ini. Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung.

Komentar
Posting Komentar