PENYERAHAN DIRI DIPONEGORO KEPADA LETNAN JENDERAL DE KOCK
Lukisan itu berjudul "Penyerahan Diri Diponegoro kepada Letnan Jenderal De Kock, 28 Maret 1830".
Judul aslinya dalam bahasa Belanda, "De Onderweping van Diepo Negoro aan Luitenant-Generaal De Kock, 28 Maart 1830".
Siapa yang melukis?
Seorang pelukis terkenal Belanda, bernama Nicolaas Pieneman.
Lukisan dibuat di studio Pieneman di Amsterdam. Kisaran tahun 1831 sampe 1834.
Siapa yang meminta dilukis?
Ternyata, Letnan Jendral De Kock sendiri.
Sang jenderal, setelah menangkap Pangeran Diponegoro pada bulan Maret 1830, pulang ke Belanda, pada akhir Oktober 1830.
Di Belanda, Jenderal De Kock dielu-elukan sebagai pahlawan perang.
Dan, sebagai salah satu kebanggaan, ia meminta peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro untuk dilukis.
Sekaligus sebagai tanda kemenangan Belanda dalam Perang Jawa.
Lukisan itu menggambarkan penangkapan Pangeran Diponegoro berdasarkan penuturan Jenderal De Kock.
Pangeran Diponegoro digambarkan berdiri dengan wajah lelah dan kedua tangan terbentang.
Di belakangnya, Jenderal De Kock berdiri bertolak pinggang, menunjuk ke arah kereta tahanan.
Menggambarkan tengah memerintahkan prajuritnya untuk menahan Pangeran Diponegoro.
Di halaman, terhampar sekumpulan tombak yang menandakan kekalahan. Begitu juga tidak terdapat keris di pinggang Pangeran Diponegoro.
Sementara itu, di belakang gedung, berkibar dengan gagahnya bendera Belanda dengan angin kencang dari barat, arus angin yang biasa di Belanda.
Ketika lukisan itu dibuat, Raden Saleh yang sedang belajar seni lukis di Belanda, melihatnya.
Kelak, 20-an taun kemudian, pada tahun 1857, Raden Saleh menggambar peristiwa yang sama. Namun dengan pandangan yang berbeda.

Komentar
Posting Komentar