Kerajaan Majapahit, yang berdiri pada abad ke-13 hingga ke-16, tidak hanya meninggalkan warisan dalam bidang politik dan budaya, tetapi juga dalam dunia kuliner. Banyak hidangan khas Indonesia yang kita kenal saat ini ternyata berakar dari tradisi kuliner Majapahit. Berikut adalah beberapa kuliner populer yang merupakan warisan dari Kerajaan Majapahit:
1. Ikan Wader dan Sambel Wader
Ikan wader, ikan air tawar berukuran kecil, telah menjadi bagian dari menu masyarakat Majapahit. Di Mojokerto, olahan sambel wader—ikan wader goreng yang disajikan dengan sambal pedas dan lalapan—masih populer hingga kini. Kuliner ini diyakini sebagai hidangan istimewa bagi bangsawan Majapahit dan disebut dalam Prasasti Masahar (930 M) sebagai bagian dari upacara sima.
2. Tumpeng Empat Warna (Tumpeng Paripurna)
Tumpeng Paripurna adalah tumpeng dengan empat warna yang melambangkan arah mata angin dan elemen spiritual dalam kepercayaan Hindu-Buddha. Hidangan ini terdiri dari nasi berwarna putih, kuning, merah, dan hitam, disajikan dengan lauk-pauk seperti ayam, sapi, dan telur puyuh. Tradisi ini masih dilestarikan di Mojokerto melalui Festival Tumpeng Paripurna.
3. Brem
Brem adalah makanan hasil fermentasi beras ketan yang menghasilkan rasa manis dan sensasi dingin di lidah. Pada masa Majapahit, brem dinikmati oleh keluarga kerajaan sebagai kudapan. Hingga kini, brem masih menjadi oleh-oleh khas di daerah seperti Madiun dan Yogyakarta.
4. Lawar
Lawar adalah hidangan yang terdiri dari campuran daging cincang dan sayuran, dibumbui dengan rempah-rempah khas. Meskipun kini identik dengan Bali, lawar diyakini berasal dari tradisi kuliner Majapahit dan melambangkan keharmonisan serta keseimbangan dalam kehidupan.
5. Ayam Betutu
Ayam betutu adalah olahan ayam yang dimasak dengan bumbu rempah khas, menghasilkan daging yang empuk dan rasa gurih. Meskipun dikenal sebagai makanan khas Bali, ayam betutu dipercaya merupakan warisan kuliner dari masa Majapahit.
6. Nasi Wewangen dan Sate Lembat
Nasi wewangen adalah nasi khas yang disajikan dengan berbagai lauk tradisional, sementara sate lembat adalah sate dengan bumbu khas Majapahit. Kedua hidangan ini sedang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Mojokerto sebagai bagian dari upaya melestarikan kuliner era Majapahit.
7. Srebat Merah
Srebat merah adalah minuman tradisional Majapahit yang terbuat dari campuran jahe, cengkeh, serai, kayu manis, secang, dan gula. Minuman ini memiliki rasa manis dan hangat, serta warna merah kecokelatan, dan dahulu disajikan kepada tamu kerajaan.
Warisan kuliner Majapahit mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi yang masih dapat kita nikmati hingga kini. Melestarikan dan mengenalkan kembali hidangan-hidangan ini tidak hanya memperkaya khazanah kuliner Indonesia, tetapi juga menjaga sejarah dan identitas budaya bangsa.

Komentar
Posting Komentar