Dari 10 petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengendalikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), 7 di antaranya adalah pensiunan polisi dan tentara. Kepalanya seorang profesor, saya asumsikan ahli gizi. 3 Wakil Kepala terdiri dari 2 pensiunan polisi/TNI, dan 1 mantan wartawan yang jadi buzzer.
Penyediaan dan penyaluran dikendalikan oleh seorang deputi yang juga dijabat oleh tentara. Ketentuan bagaimana penyediaan dan penyaluran itu dilaksanakan seharusnya ditentukan oleh Deputi Sistem dan Tata Kelola. Pejabatnya saya lihat memiliki latar belakang yang bagus.
Pertanyaannya, kenapa diserahkan ke tentara dan polisi? Ini bukan hal yang unik. Prabowo ini tentara zaman dulu yang menganggap tentara itu serba bisa, dan kalau diserahkan ke tentara urusan akan beres. Makanya, misalnya, Kepala Bulog dia paksakan dari tentara juga, dan tentara aktif pula. Aturan dia tabrak sesuka hati.
Konsekuensinya apa? Saya tidak akan ngomong panjang lebar soal ini. Yang jelas citra di lapangan adalah ini projek Parjo.

Komentar
Posting Komentar