Di atas langit masih ada layangan putus....
1) Khalid Basalamah menggadaikan keustadannya karena iming-iming menggiurkan dari Ibnu Masud bahkan rela diperas 1000 USD per orang bagi 37 Jemaah yang belum membuat visa atau 37.000 USD (Rp. 592 Jt kalau 1 USD=Rp16.000). Selain 122 orang jemaah wajib membayar biaya 4.500 USD (Rp.72 jt) .
Tetapi ini juga masih samar-samar karena ada kemungkinan Rp 72 jt. hanya biaya up grade dari "furoda" ke "kuota khusus".
2) Khalid Basalamah tidak jujur.
Kalau cuma mengembalikan 4500 USD X 122 + 37.000 USD = 586.000 USD atau Rp 9,376,000,000.
Sementara haji furoda tahun 2024 termurah adalah Rp. 373 juta hingga 1 M.
Taruhlah 373 juta X 122 orang =Rp. 45,506,000,000
Dengan mengembalikan uang ke KPK Rp. 9.376.000.000, Khalid masih untung Rp. 36,130,000,000
Apalagi sudah diupgrade dari Furoda ke Haji Kuota Khusus...
Andai per orang di kenakan 1 M? Artinya sudah meraup 122 M, maka pengembalian uang ke KPK seperti uang saku, buat yang nyetatus....Hiks.
Idealnya buka saja berapa uang yang ditarik Khalid dari Jamaah?
--------
Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bersama 122 jemaah haji Uhud Tour telah membayar visa haji furoda, kemudian Komisaris PT Muhibbah Mulia Wisata Ibnu Mas’ud menawarkan visa haji khusus yang merupakan bagian 20.000 kuota tambahan dari Pemerintah Arab Saudi yang mendapatkan maktab VIP yang dekat dengan jamarat.
“Ini akhirnya menarik nih. Oh kami bisa masuk sini nih. Selain visanya resmi, kami juga bisa dapat maktab VIP,” kata Khalid.
Khalid kemudian menjelaskan per jemaah haji harus membayar 4.500 dolar Amerika Serikat untuk mendapatkan visa dengan keuntungan tersebut.
Sebanyak 37 dari 122 jemaah belum diurus visanya oleh Ibnu Mas’ud, dan diminta membayar tambahan sebesar 1.000 dolar AS per jamaah sebagai "uang jasa."
Khalid sempat menolak karena dirinya merupakan ustaz, sehingga harus paham halal dan haram. Namun, Ibnu Mas’ud mengancam tidak mau melanjutkan proses visa jemaahnya untuk berangkat haji."
Akhirnya terpaksa bayar 37.000 USD
Setelah masa ibadah haji telah selesai, ternyata Ibnu Mas’ud mengembalikan 4.500 dolar AS per orang dan 37000 dollar AS setelah adanya Pansus haji di DPR, tanpa ada keterangan uang tersebut uang apa tanpa ada kuintansi tanpa ada materai.
Kemudian dia mengatakan KPK meminta uang tersebut, dan dia mengaku telah mengembalikannya.
---------------------------
😂🤣
*rpst HariMerdeka Drecpecs nGondes ✊️🇮🇩

Komentar
Posting Komentar