@everyone
NASA memang punya sistem keamanan yang kompleks. Namun, sejumlah anak muda Indonesia berhasil menemukan celah di dalamnya melalui program resmi yang memang membuka kesempatan bagi publik untuk melakukan pengujian secara legal.
Menariknya, mereka datang dari latar belakang yang berbeda dan sebagian besar belajar cybersecurity secara mandiri.
**Muhammad Al Hindawi**
Santri kelas 12 asal Makassar ini baru sekitar 4–5 bulan mempelajari cybersecurity secara otodidak. Ia berhasil menemukan dua celah SQL Injection pada sistem NASA dan mendapat Letter of Recognition.
**Ibrahim Al Abrar**
Siswa SD asal Boyolali ini masih berusia 11 tahun ketika menemukan celah Broken Link Hijacking pada domain publik NASA. Ia belajar coding secara mandiri dengan memanfaatkan AI dan YouTube.
**Rehan**
Pelajar SMAN 8 Pinrang ini mulai belajar cybersecurity menggunakan handphone. Setelah mengikuti VDP NASA pada Januari 2026 dan menemukan celah keamanan, namanya kemudian masuk Hall of Fame NASA.
**Firoos Ghathfaan Ramadhan**
Siswa kelas VIII SMP IT Al-Alamy Subang ini berusia 14 tahun saat mendapat penghargaan NASA. Ia mengidentifikasi kerentanan melalui pendekatan OSINT dan melaporkannya lewat program VDP.
**Rais Dirja Rahmadi**
Pelajar SMA Negeri 1 Tangen, Sragen ini berhasil menemukan 3 celah berbeda pada sistem NASA sepanjang 2025–2026. Ia juga telah mengantongi 25 sertifikat siber internasional.
**Alexsandro Alvino**
Pelajar SMA Metta Maitreya Pekanbaru ini juga menjadi salah satu anak muda Indonesia yang mendapat perhatian setelah menemukan celah keamanan pada sistem NASA.
-# sumber gambar: Akademi Crypto (2026)

Komentar
Posting Komentar